20 Feb 2016

Secangkir Kopi




Kucoba menulis tentang dirimu

Tapi tak bisa kutemukan kata-kata yang tepat

Jari tangan melompat merapatkan dalam kalimat..
kau tetap tak tertuliskan

Serasa kelu, meski berjajar huruf di depan mata memaku

Kupandang lekat dirimu

Kepul uap menari-nari bak penari erotis centil

Aku hanyut menyerah pasrah

Kudekap dan kusesap, menempel erat bibir dalam kehangatan

Mengalir desir nikmat merambah rongga dahaga

Kini ku tahu, dirimu adalah nikmat

Yang membuka seisi dunia dalam sesaat

Tak pelu dikabarkan, kau hanya bisa dirasakan

19 Feb 2016

Penting tak Penting Kereta Cepat Jakarta-Bandung



Berawal dari bincang-bincang dengan teman tentang jumlah hari libur di kalender baru 2016, obrolan saya berubah ke berita kereta cepat Jakarta-Bandung. Iya, karena teman saya ini berasal dari Bandung dan akan mengambil cuti pulang ke Bandung.

“Kereta cepat Jakarta-Bandung bakal ndak banyak penumpang deh?” kata teman saya, seperti ingin meramal masa depan kereta ini.

 
gbr. kereta cepat dari smeaker.com
“Aahh.. ndak juga, kan kereta ini bakal sampai ke kota tujuan lebih cepat daripada moda transportasi lain” sanggah saya.

“Kereta eksekutif Argo Parahyangan sudah pasti kalah, dia lebih cepat, lebih mewah dan yang pasti lebih canggih. Apalagi dibanding naik bis, travel atau mobil sendiri, masih lebih cepat kereta ini, belum kalau lalulintas macet, Bandung sekarang sudah jadi kota macet seperti Jakarta” tambah saya.

“Dibanding naik kereta, saya tetap milih naik bis kalau pulang ke Bandung. Naik bis itu enak, ngobrol dengan penumpang yang lain bisa, lihat keadaan jalan yang kita lewati juga bisa. Ndak seperti naik kereta eksekutif, penumpang sebelah cuma sibuk dengan gawai masing-masing, kalau ndak gitu, pasti merem tidur” kata teman membela diri.

Kali ini dengan jawaban dia saya setuju, saya mengamini.
Yaahh, kalau sudah suka dan biasa naik bis pasti enggan untuk berubah ke moda transportasi lain.

“Rencana harga tiketnya berapa?” tanya dia.

“Kira-kira 250 ribu”.

“Apalagi dengan harga tiket segitu, lumayan mahal. 35 menit hanya duduk di dalam kereta, Cuma sebentar, ndak bisa menikmati pemandangan di luar, ndak ada kesan wisata jalan-jalan” imbuh teman saya.

Ooooow..saya sedikit paham dengan maksud dia, ternyata rasa pulang kampung yang ingin dia dapatkan, mencari sensasi jalan-jalan, menghirup udara baru dan mencuci mata dengan keindahan pemandangan kota lain.

Saya jadi ingat hobi orang jakarta dan sekitarnya, kalau pas akhir pekan apalagi libur panjang, mereka rela antri berjam-jam,  bermacet-macetan di jalan hingga berkilo meter panjangnya hanya untuk berlibur di kawasan Puncak, ternyata mereka seperti teman saya juga.

Saya kembali tersadar, kenapa teman saya menyoal kereta cepat ini, kan dia pulang ke Bandung dari Magelang..????


17 Feb 2016

Hasrat Bermain Bola



Add caption


Perkara bermain bola, kampung saya adalah juaranya. Lha gimana ndak juara, dari anak kecil sampai yang dewasa, kalau hari sudah sore, mereka pada berdatangan dan berkumpul di lapangan. Sebenarnya bukan lapangan bola, cuma sebuah lahan parkir yang ada di dekat kampung saya. Area parkir yang akan berubah menjadi lapangan bola jika jam pulang kantor tiba.

Tidak ada tiang gawang dari besi atau kayu yang dipersiapkan, hanya dengan menumpuk-numpuk sandal atau batu di sisi kiri dan kanan, gawang sudah jadi. Jumlah pemain yang ikut bermain juga begitu, semua boleh ikut bermain. Berapapun jumlah orang yang hadir, semua bisa bermain, ndak harus berimbang pembagiannya, karena jumlah pemain ndak pernah menjadi masalah.

Untuk membedakan mana pemain lawan dan mana kawan, bukan dari kaos tim yang berbeda warna, tapi dengan melihat para pemain yang memakai kaos atau tidak, sebab tim siapa yang kalah suit, merekalah yang bermain tanpa memakai kaos dan celana. 

Hanya dengan teriakan permainan dimulai, ndak ada wasit, ndak ada peluit, semua berjalan dengan sendirinya. Satu dua pemain memang lihai mengolah si kulit bundar, piawai memainkan bola seperti Diego Maradona meski itu masih KW 5. Pemain yang lainpun juga ndak mau kalah, dengan skill dan kelincahan yang dimiliki, mereka juga bisa mencetak gol.

Serunya permainan bukan hanya penampilan dari para pemain atau banyaknya gol yang terjadi di dalam permainan, tetapi bisa juga dari insiden tabrakan antar pemain dalam perebutan bola. Benturan kaki antara mereka dalam merebut bola juga menyenangkan, suara bola plastik karena gaprukan atawa benturan antar kaki terkadang menjadi kepuasan tersendiri, apalagi kalau sampai bolanya pecah....wuuuuuiihh, rasanya puuuaas sekaliiii.!!!

Ada salah satu teman yang skill bermainnya nggegirisi, dengan  bodi ala sekuriti pabrik miras, dan kaki segede kentongan masjid, gaya bermainnya seperti celeng, sehingga membikin was-was pemain lawan. Setiap mendapatkan umpan, langsung dibawa lari menuju depan gawang, ndak sembarang orang yang berani  menghalangi, apalagi sampai mengadu kaki, mereka harus berpikir 2x, paling ndak dia sudah punya kaki cadangan di rumah.

Tidak salah kalau sepak bola disebut sebagai permainan yang sangat-sangat merakyat, bisa menyatukan semua kasta dan perbedaan, tapi hambok yaooo...diurus dengan baik dan tanpa pamrih.

Betul tidak..? Betuulll..?


16 Feb 2016

Salam Kenal Sob ....



Gbr.diambil dari ariefabian.blogspot.com
Heeehhh..... mau bikin postingan perdana koq kepala rasanya blank, ndak punya ide yang moncer dan encer buat ditulis, ndak ada mood yang yahud buat bikin tulisan.

Saya coba ambil laptop, baru pegang laptop sebentar, si kecil sudah panggil-panggil mengajak main. Biasanya kalau sudah diputerin lagu anak-anak yang ada di laptop bisa diam, tapi ini koq ndak manjur, jari saya dipegang, ditarik diajak keluar untuk menemani dia main. 

Ndak jadi deh ngelus-ngelus keyboard, akhirnya klik tombol start – shut down, tutup menemani anak bermain.

Selintas ada ide yang mampir duduk di otak, tapi giliran mau ditulis koq malah jadi mampet, ndak mau ngocor.

Akhirnya Cuma bisa ketak-ketik sebentar di memopad blackberry, sambil mata melirik sesekali melihat anak yang sedang main. Walau ndak ada ide, akhirnya Cuma bisa ketik cerita ini.

Ya begitulah...ternyata memang ndak mudah buat penulis pemula seperti saya ini, supaya bisa tetap lurus dan istiqomah mengurus blog yang baru seumur jagung.



Semangaattt .... eeaaaa!!!!
Cemunggutt ... Ciiyyuusss ??