20 Feb 2016

Secangkir Kopi




Kucoba menulis tentang dirimu

Tapi tak bisa kutemukan kata-kata yang tepat

Jari tangan melompat merapatkan dalam kalimat..
kau tetap tak tertuliskan

Serasa kelu, meski berjajar huruf di depan mata memaku

Kupandang lekat dirimu

Kepul uap menari-nari bak penari erotis centil

Aku hanyut menyerah pasrah

Kudekap dan kusesap, menempel erat bibir dalam kehangatan

Mengalir desir nikmat merambah rongga dahaga

Kini ku tahu, dirimu adalah nikmat

Yang membuka seisi dunia dalam sesaat

Tak pelu dikabarkan, kau hanya bisa dirasakan

No comments:

Post a Comment