Kucoba menulis tentang dirimu
Tapi tak bisa kutemukan kata-kata yang tepat
Jari tangan melompat merapatkan dalam kalimat..
kau tetap tak tertuliskan
Serasa kelu, meski berjajar huruf di depan mata memaku
Kupandang lekat dirimu
Kepul uap menari-nari bak penari erotis centil
Aku hanyut menyerah pasrah
Kudekap dan kusesap, menempel erat bibir dalam kehangatan
Mengalir desir nikmat merambah rongga dahaga
Kini ku tahu, dirimu adalah nikmat
Yang membuka seisi dunia dalam sesaat
Tak pelu dikabarkan, kau hanya bisa dirasakan

No comments:
Post a Comment