Perkara bermain bola, kampung saya adalah juaranya. Lha gimana ndak juara, dari anak
kecil sampai yang dewasa, kalau hari sudah sore, mereka pada berdatangan dan berkumpul di
lapangan. Sebenarnya bukan lapangan bola, cuma sebuah lahan parkir yang ada
di dekat kampung saya. Area parkir yang akan berubah menjadi lapangan bola jika jam pulang
kantor tiba.
Tidak ada tiang gawang dari besi atau kayu yang dipersiapkan, hanya dengan menumpuk-numpuk sandal atau batu di sisi kiri dan
kanan, gawang sudah jadi. Jumlah pemain yang ikut bermain juga begitu, semua boleh ikut bermain. Berapapun jumlah orang yang hadir, semua bisa bermain, ndak harus berimbang pembagiannya, karena jumlah pemain ndak pernah menjadi masalah.
Untuk membedakan mana pemain lawan dan mana kawan, bukan dari kaos tim yang berbeda warna, tapi dengan melihat para pemain yang memakai kaos atau tidak, sebab tim siapa yang kalah suit, merekalah yang bermain tanpa memakai kaosdan celana.
Untuk membedakan mana pemain lawan dan mana kawan, bukan dari kaos tim yang berbeda warna, tapi dengan melihat para pemain yang memakai kaos atau tidak, sebab tim siapa yang kalah suit, merekalah yang bermain tanpa memakai kaos
Hanya dengan teriakan permainan dimulai, ndak ada wasit, ndak ada peluit, semua berjalan dengan sendirinya. Satu dua pemain memang lihai mengolah si kulit bundar, piawai memainkan bola seperti Diego Maradona meski
itu masih KW 5. Pemain yang lainpun juga ndak mau kalah, dengan skill dan kelincahan
yang dimiliki, mereka juga bisa mencetak gol.
Serunya permainan bukan hanya penampilan dari para
pemain atau banyaknya gol yang terjadi di dalam permainan, tetapi bisa juga dari insiden tabrakan antar
pemain dalam perebutan bola. Benturan kaki antara mereka dalam merebut bola juga menyenangkan, suara bola plastik karena gaprukan atawa benturan antar kaki terkadang menjadi kepuasan tersendiri, apalagi kalau sampai bolanya pecah....wuuuuuiihh, rasanya puuuaas sekaliiii.!!!
Ada salah satu teman yang skill bermainnya nggegirisi, dengan bodi ala sekuriti pabrikmiras, dan kaki segede kentongan masjid, gaya bermainnya seperti celeng, sehingga membikin was-was pemain lawan. Setiap mendapatkan umpan, langsung dibawa lari menuju depan gawang, ndak sembarang orang yang berani menghalangi, apalagi sampai mengadu kaki, mereka harus berpikir 2x, paling ndak dia sudah punya kaki cadangan di rumah.
Tidak salah kalau sepak bola disebut sebagai permainan yang sangat-sangat merakyat, bisa menyatukan semua kasta dan perbedaan, tapi hambok yaooo...diurus dengan baik dan tanpa pamrih.
Betul tidak..? Betuulll..?
Ada salah satu teman yang skill bermainnya nggegirisi, dengan bodi ala sekuriti pabrik
Tidak salah kalau sepak bola disebut sebagai permainan yang sangat-sangat merakyat, bisa menyatukan semua kasta dan perbedaan, tapi hambok yaooo...diurus dengan baik dan tanpa pamrih.
Betul tidak..? Betuulll..?

No comments:
Post a Comment