19 Feb 2016

Penting tak Penting Kereta Cepat Jakarta-Bandung



Berawal dari bincang-bincang dengan teman tentang jumlah hari libur di kalender baru 2016, obrolan saya berubah ke berita kereta cepat Jakarta-Bandung. Iya, karena teman saya ini berasal dari Bandung dan akan mengambil cuti pulang ke Bandung.

“Kereta cepat Jakarta-Bandung bakal ndak banyak penumpang deh?” kata teman saya, seperti ingin meramal masa depan kereta ini.

 
gbr. kereta cepat dari smeaker.com
“Aahh.. ndak juga, kan kereta ini bakal sampai ke kota tujuan lebih cepat daripada moda transportasi lain” sanggah saya.

“Kereta eksekutif Argo Parahyangan sudah pasti kalah, dia lebih cepat, lebih mewah dan yang pasti lebih canggih. Apalagi dibanding naik bis, travel atau mobil sendiri, masih lebih cepat kereta ini, belum kalau lalulintas macet, Bandung sekarang sudah jadi kota macet seperti Jakarta” tambah saya.

“Dibanding naik kereta, saya tetap milih naik bis kalau pulang ke Bandung. Naik bis itu enak, ngobrol dengan penumpang yang lain bisa, lihat keadaan jalan yang kita lewati juga bisa. Ndak seperti naik kereta eksekutif, penumpang sebelah cuma sibuk dengan gawai masing-masing, kalau ndak gitu, pasti merem tidur” kata teman membela diri.

Kali ini dengan jawaban dia saya setuju, saya mengamini.
Yaahh, kalau sudah suka dan biasa naik bis pasti enggan untuk berubah ke moda transportasi lain.

“Rencana harga tiketnya berapa?” tanya dia.

“Kira-kira 250 ribu”.

“Apalagi dengan harga tiket segitu, lumayan mahal. 35 menit hanya duduk di dalam kereta, Cuma sebentar, ndak bisa menikmati pemandangan di luar, ndak ada kesan wisata jalan-jalan” imbuh teman saya.

Ooooow..saya sedikit paham dengan maksud dia, ternyata rasa pulang kampung yang ingin dia dapatkan, mencari sensasi jalan-jalan, menghirup udara baru dan mencuci mata dengan keindahan pemandangan kota lain.

Saya jadi ingat hobi orang jakarta dan sekitarnya, kalau pas akhir pekan apalagi libur panjang, mereka rela antri berjam-jam,  bermacet-macetan di jalan hingga berkilo meter panjangnya hanya untuk berlibur di kawasan Puncak, ternyata mereka seperti teman saya juga.

Saya kembali tersadar, kenapa teman saya menyoal kereta cepat ini, kan dia pulang ke Bandung dari Magelang..????


No comments:

Post a Comment